Powered by BUZZos.com About Us | Forum | Contact Us
BUZZos.com Portal Jual Beli Online
Etalase masFree Ads. Logo
Kategori Artikel
Menu
Hubungi kami
Etalase masFree Ads.

Alamat:
Jl. Sawangan Raya Rt01/011 No.45 Pancor Mas Depok Jawa Barat. Depok

Telp:
› 021 98646761
Ponsel:
› 08567604083
Profil toko
Gratis!
Dapatkan Toko Online Instant seperti
Etalase masFree Ads.
gunakan BUZZos Engine!
mudah dan cepat
Klik Disini untuk pendaftaran.

Semua artikel » Mbn-plus
Multi Level Marketing
626 view sejak 23 Feb 10

Pemasaran berjenjang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Multi Level Marketing)
Langsung ke: navigasi, cari

Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: multi level marketing) adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.

Keanggotaan

Promotor (upline) biasanya adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Akan tetapi, pada beberapa sistem tertentu, jenjang keanggotaan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu.

Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan.

Kontroversi

Seringkali ditemukan kerancuan istilah antara pemasaran berjenjang dengan permainan uang (money game). Pemasaran berjenjang pada hakikatnya adalah sebuah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Sebaliknya, pada permainan uang bonus didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan. Kesulitan membedakan pemasaran berjenjang dengan permainan uang terjadi karena bonus yang diterima berupa gabungan dengan komposisi tertentu antara bonus perekrutan dan komisi omzet penjualan.

Sistem permainan uang cenderung menggunakan skema piramida (atau skema Ponzi) dan orang yang terakhir bergabung akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. Dalam pemasaran berjenjang, walaupun dimungkinkan telah memiliki banyak bawahan, tetapi tanpa omzet tentu saja bonus tidak akan diperoleh.

Informasi tentang jenis pemasaran berjenjang yang benar dapat mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 13/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung dengan memuat larangan tegas yang tercantum pada bab VII.

Masalah di dalam pemasaran berjenjang sering terjadi bila sistem komisi menjurus pada permainan uang. Biaya keanggotaan bawahan secara virtual telah dibagikan menjadi komisi promotor sementara harga barang menjadi terlalu mahal untuk menutupi pembayaran komisi kepada promotor. Dalam jangka panjang, hal ini membuat komisi menjadi tidak seimbang, di mana komisi telah melebihi harga barang dikurangi harga produksi.

Hal ini tentu akan membuat membuat konsumen di tingkat tertinggi mendapatkan harga termurah atau bahkan mendapatkan keuntungan bila mengetahui cara mengolah jaringannya, sedangkan konsumen yang baru bergabung mendapatkan kerugian secara tidak langsung karena mendapatkan harga termahal tanpa mendapatkan komisi atau komisi yang didapatkan tidak sesuai dengan usaha yang telah dilakukan sehingga akhirnya anggota baru tersebut terangsang untuk mencari konsumen baru agar mendapat komisi yang bisa menutupi kerugian virtual yang ditanggungnya.

Pelanggaran bisa pula terjadi bila perusahaan penyedia sistem pemasaran berjenjang menjanjikan sesuatu berlebih yang tidak mungkin bisa dicapai konsumen. Misalnya, jika konsumen bisa mendapatkan 10 jenjang jaringan yang setiap jenjangnya harus berisi 10 anggota, maka ia akan mendapatkan bonus Rp 10 Miliar. Sepintas hal ini terlihat menggiurkan dan mudah, tetapi jika konsumen menggunakan akal sehatnya, ia sebenarnya harus merekrut 1010 bawahan atau sepuluh pangkat sepuluh, yaitu sejumlah 100 juta anggota baru (hampir separuh penduduk Indonesia).

Dewasa ini, telah berkembang sistem pemasaran viral yang merupakan salah satu bagian model pemasaran berjenjang. Beberapa hal yang membedakan antara lain:

  • Tidak ada bonus perekrutan karena bebas biaya bergabung.
  • Produk yang dipasarkan merupakan produk dinamis, misalnya pulsa telepon seluler.
  • Bonus hanya diperoleh dengan adanya pemesanan berulang.
  • Harga produk lebih murah atau hampir sama dengan harga pasar konvensional.
  • Komisi atau bonus tiap transaksi yang dilakukan relatif kecil.
  • Bonus akan signifikan pada jaringan yang besar.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pemasaran viral dipercaya dapat membuat kompetisi di pasar konvensional menjadi semakin menarik karena pada dasarnya keunggulan pemasaran berjenjang adalah captive market yang tersistem ditambah dengan konsep pemasaran konvensional yang bertumpu pada harga dan produk.

Dukung Pengurus dan Mari Maju Bersama-sama!

Akhirnya, pada 1 Februari 2007 lalu, Helmy Attamimi (Ketua APLI periode 2004-2006) terpilih kembali sebagai Ketua Umum APLI untuk periode 2007-2009. Dan sekarang, Pengurus APLI yang baru terbentuk sudah. Di depan telah membentang beragam tantangan dan peluang yang harus dipecahkan. Masih banyak PR yang harus dikerjakan, dan hal itu butuh kebersamaan. Tanpa kebersamaan, apalah jadinya APLI. Bukankah demikian?

Sudah merupakan suatu kewajaran apabila suatu kepengurusan sebuah organisasi terbentuk, maka akan ada begitu banyak harapan dari para anggotanya. Begitu pula yang diemban oleh Pengurus APLI yang baru terbentuk saat ini. Akankah semua aspirasi dan harapan tersebut bisa dipenuhi oleh Pengurus APLI yang baru?

Banyak perubahan dalam susunan kepengurusan APLI saat ini. Yang paling menonjol adalah munculnya ”darah baru”, selain sejumlah muka lama yang dipertahankan karena pengalaman maupun dedikasinya. Munculnya figur-figur baru ini tentunya membawa angin segar sekaligus menumbuhkan harapan bahwa pengurus APLI mendatang akan bekerja lebih keras dan lebih baik lagi. Figur-figur baru selalu diidentikkan dengan ide-ide, gagasan-gagasan, semangat, serta keputusan-keputusan baru.

Tentu saja, gambaran di atas mendatangkan sebuah optimisme. Tetapi, galibnya sebuah organisasi, maka Pengurus APLI pun tak akan bisa memenuhi semua harapan para anggotanya bila tidak mendapatkan dukungan yang sangat memadai. Program sebaik apapun tidak akan efektif dan menemui sasaran tanpa dukungan para anggota. Oleh sebab itu, bagus tidaknya kinerja kepengurusan APLI periode mendatang, jelas sangat tergantung kepada para anggota APLI sendiri. Maka dari itu, baik Pengurus maupun anggota harus selalu bersatu padu dan bekerja sama.

Bookmark and Share
Komentar blog

Rez@
Ok bgt
22 May 10 @ 11:30pm
Etalase masFree Ads. adalah anggota BUZZ Internet Marketing Support, dibawah ini adalah beberapa penawaran dari anggota lainnya.
Home | Produk | Penawaran | Artikel | Member | Member Area
Copyright © 2009 BUZZos.com Portal Jual-Beli Online. All rights reserved. Website Design & Development by BUZZos.com Terms of Use Privacy Policy